Photographers in studio. Cartoon models working at photo studio in different poses and with costumes Vector illustration photographer with professional equipment photographs couple and family with dog

11 Tips Memotret Model yang Baik, Pemula Harus Tahu Ini

11 Tips Memotret Model yang Baik, Pemula Harus Tahu Ini – Memotret objek yang bergerak seperti model adalah pekerjaan yang menantang. Kamu dilatih untuk menangkal beragam tugas sekaligus, mulai dari mengarahkan ekspresi model, konsep hingga mencari sudut pandang yang bagus. Bagi pemula, tips memotret model bisa sedikit membuat kewalahan.

Meski tidak semua model butuh pengarahan, namun kamu bisa membantu memandunya supaya hasil jepretan terlihat menakjubkan. Ketika berurusan dengan fotografi model, kamu harus memastikan mata pemirsa tertuju pada subjek. Karena itu ada banyak hal yang dipertimbangkan untuk mewujudkannya.

Tak usah sungkan apabila kamu belum memiliki banyak pengalaman, tips-tips berikut akan membantu kamu mencapai puncak sebagai fotografer model dari awal. Ayo, ambil kamera kamu dan mulailah menembak foto.

Daftar Tips Memotret Model untuk Pemula

Dalam jenis fotografi, minimal kamu harus memahami unsur-unsur dasarnya. Yang paling sederhana adalah komposisi dan pencahayaan. Apabila kamu sudah menguasai kedua hal tersebut, itu tandanya kamu siap. Mari mulai perjalanan menjadi fotografer model berpengalaman dengan tips berikut:

1. Perhatikan Pencahayaan

Fotografi adalah permainan yang sangat bergantung pada cahaya. Seorang fotografer wajib pandai dan kreatif dalam mengontrol cahaya, baik itu cahaya yang lembut, tajam, atau bayangan sekali pun.

Dengan eksperimen yang cukup, kamu dapat dengan mudah menghasilkan gambar luar biasa dalam waktu dekat.

Mengarahkan flash secara langsung tanpa difusi adalah pencahayaan yang harus kamu hindari jika tidak ingin model terlihat aneh.

2.     Atur Shutter Speed

Shutter speed adalah berapa lama sensor kamera terbuka untuk mengambil foto. Lama atau cepatnya ini mempunyai pengaruh besar dalam ketajaman gambar. Tips Memotret Model yang Baik identik menangkap gambar yang tajam. Untuk mendapatkannya, kamu bisa menggunakan shutter speed cepat.

Hasilnya akan renyah serta memiliki retensi detail yang tinggi. Sebaliknya, membiarkan shutter speed lebih lama justru bisa membuat gambar menjadi kabur dan itu bukan yang diinginkan dalam fotografi model.

3. Keserasian dengan Latar Belakang

Latar belakang dalam fotografi bagaikan pedang bermata dua. Terkadang bisa membuat foto semakin indah, atau justru menghancurkannya. Istilahnya disebut sebagai kebocoran objek, yaitu ketika latar belakang mengganggu atensi.

Apabila kamu dihadapi dengan latar belakang yang memiliki banyak detail, sebaiknya mainkan pengaturan aperture supaya sedikit buram. Cara lainnya dengan menggunakan lensa close up untuk menghilangkan bagian yang berpotensi merusak komposisi foto.

4. Main-main dengan Sudut Pandang

Tips Memotret Model yang Baik harus membangun komposisi foto bertujuan supaya objek terlihat proporsional. Namun menggunakan sudut pandang yang sama hanya membuat portofolio kamu terlihat membosankan.

Untuk mencegah otak kehabisan ide, cobalah kamu bersenang-senang dengan sudut pandang yang kreatif. Misalnya naik ke atas meja untuk mengambil sudut pandang tinggi atau telungkup di lantai. Tak lupa arahkan model supaya pose-nya tidak terlihat canggung.

5. Pilih Komposisi Aturan Sepertiga

Aturan sepertiga adalah komposisi yang paling banyak digunakan. Kamu bisa membidik kamera dan memastikan supaya model selaras dengan salah satu garis grid.

Posisikan supaya berada di persimpangan grid untuk mendapatkan tampilan foto yang kuat. Mengambil gambar dengan aturan ini dapat membantu menghasilkan gambar yang seimbang.

6. Komunikatif dengan Model

Komunikatif adalah sikap yang wajib dimiliki ketika bekerja dengan objek manusia. Tips memotret model ini akan memudahkan kamu memandu model supaya hasilnya sesuai keinginan. Hindari berkata “Lakukan apa yang kamu mau” atau “Silakan berpose secara bebas,”.

Kalimat tersebut justru membuat model tertekan, karena bingung apa pose yang seharusnya dikeluarkan. Guna menghindari hal ini, kamu bisa menyampaikan bagaimana gaya fotografi kamu.

Kamu juga harus berpikiran terbuka. Ketika model menyatakan kritik, jadikan hal itu sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki gaya fotografi kamu. Apabila model lebih berpengalaman, kamu bisa meminta masukan kepadanya untuk menambah pengalaman.

7. Konsep yang Matang dan Kuat

Seorang fotografer yang profesional dituntut mempunyai konsep sebelum eksekusi. Konsep juga akan membuat gambar terlihat lebih bermakna, seolah mempunyai cerita tersendiri. Dalam membuat konsep, ada beberapa hal perlu diperhatikan, seperti kostum, properti dan riasan wajah.

Mempunyai konsep yang matang akan memudahkan model dalam mencari kostum yang tepat. Dukung dengan riasan wajah yang relevan. Karena ini dapat memengaruhi keberhasilan foto nantinya.

Di samping itu, properti bukan hanya bertujuan untuk membangun suasana di gambar. Properti bisa berupa objek yang dapat diajak berinteraksi oleh model, sehingga menjadi nilai tambah dalam gambar.

Pastikan memilih properti yang sesuai dengan konsep, namun jangan terlalu berlebihan karena akan sakit mata. Biar lebih hemat, pastikan memanfaatkan properti yang sudah ada. Gunakan ide-ide kreatif kamu supaya properti terlihat seperti baru.

8. Sering Berlatih Fotografi Model

Berlatih dengan model sungguhan bisa di luar jangkauan, karena jarang ada model profesional yang mau bekerja sama dengan fotografer pemula. Terlebih jika kamu belum mempunyai portofolio.

Tapi tak usah sedih dulu, dengan tips memotret model ini, kamu bisa mulai membangun portofolio dengan mengajak teman terdekat atau keluarga kamu.

Minta mereka untuk mengenakan kostum sesuai konsep. Gunakan foto-foto model di majalah sebagai referensi. Jadi mereka mempunyai bayangan bagaimana pose yang diinginkannya.

Investasikan waktu kamu juga untuk memahami cara fotografer terkemuka membidikkan kamera mereka. Tidak salah meniru secara persis dalam konteks pembelajaran. Ini akan membuat kamu lebih nyaman dengan berbagai teknis fotografi.

9. Tembak dari Level yang Sama dengan Model

Tak jarang fotografer turun sampai kamera berada di level yang sama dengan model. Dalam hal ini, kamera berperan sebagai mata audiens. Mengambil gambar dengan jarak dekat ini memberikan efek yang lebih intim. Cara ini terbilang menyenangkan untuk mengasah sisi kreatif kamu.

Pastikan kamu mempertimbangkan kenyamanan model, supaya gambar terlihat lebih natural dan bukan seperti sedang dipaksa.

10.  Gunakan Warna Komplementer

Selain pencahayaan dan komposisi, warna juga aspek fotografi yang mampu membuat foto penuh ekspresi. Sayangnya tips memotret model ini seringkali dilupakan.

Spektrum warna sangat luas, kamu bisa mulai dari warna komplementer. Yaitu warna yang saling kontras. Perbedaan ini justru membuat efek visual yang mengagumkan.

Contoh dari pasangan warna komplementer yaitu biru dan oranye, kuning dan ungu, hijau dan merah dan lain sebagainya. Warna bisa diimplementasikan dalam bentuk kostum, properti atau riasan wajah model.

11.  Bereksperimen dengan Lensa Berbeda

Fotografer model umumnya menggunakan lensa portrait. Namun, terjebak dalam kebiasaan menggunakan lensa sebagaimana fungsinya sama saja membatasi kreativitas kamu. Mengapa tidak bereksperimen dengan melanggar aturan tersebut?

Misalnya, menggunakan lensa yang biasanya tidak kamu gunakan. Kamu bisa menggunakan lensa telephoto alih-alih lensa zoom. Uji dengan melakukan beberapa bidikan dan lihat hasilnya.

Kamu pasti tercengang dengan hasil yang ditunjukkan di kamera. Selanjutnya tinggal maksimalkan potensi foto di aplikasi editing. Ini merupakan salah satu cara supaya hasil foto kamu tidak itu-itu saja.

Memang tidak ada tips memotret model yang langsung membawa kamu ke puncak kesuksesan. Setidaknya tips-tips tersebut bisa diterapkan untuk mempermudah pendakian. Yang diinginkan di sini adalah mengambil foto sebanyak-banyaknya. Kamu akan melihat perbedaannya di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.